JASA SUPIR / JASA DRIVER DEPOK

JASA SUPIR PRIBADI

JASA SUPIR PRIBADI –  JASA SUPIR HARIAN

JASA SUPIR – JASA DRIVER

JASA SUPIR – SUPIR HARIAN – SUPIR BULANAN

JASA SUPIR PRIBADI / JASA SUPIR  / JASA DRIVER

Telp. (021) 89647947 – 085779641777 – 081314641777  Email : perkasasatrianusantara@gmail.com

LIST HARGA JASA SUPIR HARIAN & BULANAN

JASA SUPIR BULANAN 

STANDAR PENGGAJIAN SUPIR BULANAN :

GAJI POKOK              UANG MAKAN & TRANSPORT                  LEMBUR

Rp. 2.500.000,-                        Rp. 30.000,-                                           Rp. 20.000,-

Ket. : jam kerja 9 jam Hari kerja Senin – Jum’at

JASA SUPIR /  JASA DRIVER HARIAN DALAM KOTA

(JAKARTA – BOGOR – TANGERANG & BEKASI)

UPAH/ JASA SUPIR   UANG MAKAN & TRANSPORT JAM KERJA    LEMBUR

Rp. 150.000,-                           Rp. 35.000,-                               09 Jam         Rp. 20.000,-

Rp. 250.000,-                           Rp. 50.000,-                               24 Jam             –

NB : Untuk Luar Kota biaya Penginapan ditanggung Pemakai Jasa Supir / jasa driver

Keterangan :

  1. Management Fee Recrutment untuk Supir Bulanan Rp. 1,500.000,- (untuk Perusahaan) dan Rp. 1.000.000,- untuk Pribadi), Fee dibayarkan dimuka pada saat Supir sudah diterima bekerja / masa uji coba maksimum 1  bulan.
  2. Management Fee untuk jasa supir / jasa driver  Harian Rp. 50.000,-/ Supir setiap 1 x pemakaian jasa supir /  jasa driver.
  3. Segala kerusakan dan kehilangan kendaraan serta perangkatnya bukan tanggung jawab penyedia jasa supir / jasa driver.
  4. Membebaskan dari segala tuntutan hukum yang berlaku setelah terjadi kesepakatan kerja    antara penyedia jasa supir / jasa driver dan pemakai jasa supir/ jasa driver

Hormat Kami,

  1. PERKASA SATRIA NUSANTARA

  News Terbaru

WASPADA PENIPUAN SUPIR

Supir Jadi-jadian Wismoyo Jadi Most Wanted di Pondok Pinang

Waspadai Supir Jadi-jadian

Jakarta – Supir jadi-jadian M Nurjaya Wismoyo yang membawa kabur mobil majikannya, tak hanya terjadi sekali. Modus serupa terjadi beberapa kali, dan para pemilik mobil menyambangi kawasan Pondok Pinang, Jaksel mencari Wismoyo. Tapi apa daya, alamat di SIM yang ditulis Wismoyo palsu.

Wismoyo diketahui membawa lari mobil Mobilio berwarna putih milik Andri warga Bintaro. Wismoyo memberikan fotocpy SIM kepada Andri untuk dicek sebagai wujud kepercayaan. Tapi apa daya, baru sehari kerja mobil itu sudah dibawa kabur.

Fotocopy SIM itu termuat alamat Jl. H. Eman II RT 01/06, Pondok Pinang, Jaksel, sebagai tempat tinggal Wismoyo. Tapi ya itu ternyata alamat Wismoyo palsu.

“Orang yang ditipu datang ke mari nyari-nyari nggak ada. Pemilik mobil datangnya sama supir yang disuruh nyari supir lain. Satu majikan juga. Sekitar 6 bulan sampai setahun lalu kejadiannya,” ungkap Abdul Hakim (58), warga RT 01/06 No.33 kepada detikcom, Selasa (19/8/2014).

Hakim juga menyatakan ada kejadian yang sama namun sudah berselang cukup lama. Modusnya pun serupa, supir mobil jadi-jadian menggunakan alamat daerah sini sehingga korban penipuannya datang mencari pelaku dan mencari informasi kepada warga sekitar.

“Dulu juga pernah tapi udah lama, kaya gitu juga. Jadi masuk kerja baru seminggu mobil dibawa. Itu kata yang nyari-nyari orangnya. Pas dicari di sini nggak ada. Alamat doang di sini tapi bukan orang sini. Nggak pernah ngontrak di daerah sini juga kayaknya. Kami nggak kenal,” tutur Hakim yang membuka warung di rumahnya ini.

Hakim pun mengaku heran mengapa sering sekali kejadian seperti ini terjadi di lingkungan rumahnya. Banyak korban penipuan supir jadi-jadian yang menyambangi wilayah ini.

“Apa KTP orang ilang terus diambil. Saya juga heran kenapa nyarinya di sini terus. RT 01 mulu. Saya denger kaya gini udah 2 kali, sama ini jadi 3 kali. Tapi nama orang yang dicari saya lupa. Ada yang nyari, orangnya bilang supir baru masuk kerja bawa kabur mobilnya,” lanjut Hakim.

Article Tentang Jasa Supir / Supir

Seorang supir limusin di Jepang

Supir atau supir (dari bahasa Perancischauffeur) adalah pengemudi profesional yang dibayar oleh majikan untuk mengemudi kendaraan bermotor. Supir dibagi dalam dua kelompok yaitu Supir pribadi yang menjalankan kendaraan pribadi dan yang kedua adalah Supir perusahaan yang bekerja untuk perusahaan angkutan penumpang umum seperti taksibus, ataupun angkutan barang.

Daftar isi

Persyaratan Supir

Supir pribadi

Sebenarnya tidak banyak yang dipersyaratkan bagi kendaraan pribadi, biasanya yang dipersyaratkan antara lain adalah:

  • Surat Izin Mengemudi yang masih berlaku
  • Kemahiran dalam mengemudikan kendaraan
  • Pengetahuan mengenai jalatn dan tempat-tempat penting
  • Tata krama dalam memberikan pelayanan kepada majikan.

Supir angkutan umum

Supir angkutan umum membutuhkan persyaratan yang lebih kompleks karena menyangkut jumlah penumpang yang lebih banyak dan waktu mengemudi yang lebih panjang. Untuk itu persyaratan Supir adalah:

  • Surat Izin Mengemudi Umum sesuai dengan golongan kendaraan yang digunakan.
  • Waktu kerja dan istirahat
  • Tata krama dalam memberikan pelayanan kepada penumpang
  • Kesehatan yang prima.

Risiko pekerjaan Supir

Supir dalam menjalankan pekerjaannya mengahadapi berbagai risiko, antara lain:

  • Kecelakaan lalu-lintas merupakan salah satu risiko pekerjaan Supir yang paling besar
  • Paparan terhadap polusi udara, karena mereka merupakan orang yang sepanjang menjalankan pekerjaannya selalu di jalan yang polusinya paling tinggi, diantaranya gas beracun Karbon monooksida, Nitrogen oksida, Hidrat arang seperti Benzena[1], Partikel lepas, Timah hitam [2]

Tips Ahli Mengemudi Dengan Baik

Ahli mengemudi bukan hanya dimiliki oleh pembalap. Apakah anda juga siap?

Jangan menjadi pengemudi yang agresif – kendalikan emosi saat mengemudi

Berteriak, menekan klakson berulang2, menginjak rem mendadak, menyalip dengan memotong jalur, mengebut,mengemudi dangan tidak patut – dapat mengakibatkan situsai menjadi tidak nyaman yang menimbulkan gangguan membahayakan pengemudi lain. Jagalah emosi saat mengemudi karena akan sangat berbahaya. Jangan mengemudi saat marah, kesal atau lelah. Hindari pertengkaran sekalipun anda benar. Mengalah dan tetap kendalikan emosi disaat mengemudi .

Hindari pengemudi agresif

Bila pengemudi lain terlihat emosional dengan anda, hindari terlibat lebih jauh. Mengalah dan jangan memandang pengemudi tersebut. Tetaplah kunci pintu dan tutup jendela anda dengan rapat. Jangan meremehkan pengemudi agresif yang dapat membahayakan anda.

Tetap waspada

Jagalah kondisi fisik dan mental anda dengan baik saat mengemudi. Istirahat yang cukup dan hindari pengaruh alcohol ataupun obat2an. Hindari kegiatan yang menggangu saat mengemudi seperti makan ataupun mengobrol.

Hindari kelelahan mengemudi

Kelelahan mengemudi – mengantuk dapat mengakibatkan pandangan mengabur karena terlalu lelah mengemudi/penat – adalah hal penting yang harus di sadari. Saat mengemudi jarak jauh, berhentilah lebih sering, untuk beristirahat atau tidur. Bacalah petunjuk jalan atau pindahkan focus mata anda pada hal lain sepert membaca petunjuk jalan yang berbeda2. Yakinkan diri bahwa anda cukup istirahat. Bila anda kehilangan konsentrasi mengemudi, berhentilah. Beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

Mengemudilah dengan waspada

Selalu siap dalam segala kondisi dalam menghadapi pengemudi lain, apabila mereka tidak waspada dengan apa yang sedang terjadi – atau berpikir apa yang harus dilakukan dalam keadaan tertentu. Bila anda tidak dapat menghindari tabrakan, pilihlah resiko bahaya terkecil. Contohnya, anda dapat kesempatan lebih baik dengan keluar jalur mengemudi/area berumput dibandingkan dengan menabrak mobil di depan anda.

ETIKA PROFESIONALISME SEORANG SUPIR PRIBADI (INFORMAL)

Banyak sekali jenis-jenis profesi yang dikatakan informal,di antaranya adalah sebagai supir. Supir atau pengemudi adalah salah satu profesi yang sering dipandang sebelah mata oleh banyak orang. Profesi ini seringkali dianggap tidak memiliki prestise dan bahkan menjadi pilihan terakhir bagi para pencari kerja. Sebagai pihak yg sangat berperan dalam kelancaran transportasi darat ini, sudah seharusnya seorang supir memiliki bekal dan pengetahuan tentang lalu lintas.

Hal ini dimaksudkan agar para penumpang benar – benar merasa nyaman dan lalu lintas tetap terjaga. Misalnya, mereka harus mengetahui jika lampu merah menyala artinya stop (berhenti) atau tempat menaikkan dan menurunkan penumpang itu harusnya di halte.Namun apa yg terjadi sangatlah berbanding terbalik, terkadang di saat lampu merah menyala masih ada saja supir yg terus melaju dengan kencangnya. Di sisi sebaliknya, saat lampu hijau menyala ada bis atau angkutan umum lainnya yg masih dengan santainya terdiam (nge-tem) untuk menunggu penumpang. Dan bisa dibayangkan apa yg terjadi selanjutnya. Kemacetan menumpuk, polusi udara yg timbul dari kendaraan – kendaraan yg menumpuk itu, dan polusi suara dari klakson kendaraan yg berada di belakangnya.Namun yang penulis bahas di tulisan kali ini adalah etika supir yang lebih spesifik yakni supir pribadi.

Seorang supir pribadi tentunya berbeda dengan supir-supir pada umumnya.Hal ini di karenakan penghasilannya berasal dari bos atau majikannya.Sesuai dengan namanya, seorang supir pribadi memiliki tanggung jawab untuk melakukan kegiatan antar jemput hanya untuk majikannya saja.Berbeda dengan misal supir angkot yang mengantar khalayak umum.Oleh sebab itu,sudah seharusnya seorang supir pribadi memiliki sebuah adab atau etika yang harus di patuhi agar semua kegiatan (antar-jemput) yang dilakukannya berjalan dengan baik dan benar,karena bila seorang supir pribadi melanggar etika atau adab tersebut,pastinya akan berdampak fatal bagi dirinya,terutama karirnya.

Menurut pengamatan saya sebagai penulis,seorang supir pribadi seharusnya memiliki beberapa beberapa kriteria etika atau adab yang baik (professional) dan semestinya di patuhi,yakni :

  1. Memiliki pengetahuan dan perilaku berkendara yg aman, nyaman dan positif
  2. Memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap profesinya
  3. Memiliki skill (kemampuan) mengemudi yang baik
  4. Mematuhi segala rambu – rambu dan peraturan lalu lintas yang berlaku
  5. Memiliki loyalitas tinggi dalam mengabdi sebagai supir

Kriteria pertama ialah memiliki pengetahuan dan perilaku berkendara yg aman, nyaman dan positif.Hal ini bermakna seorang supir pribadi harus mengetahui bagaimana cara pelayanan yang baik dalam berkendara untuk si majikan,seperti membukakan pintu sang majikan ketika hendak naik ataupun turun dari mobil.Bila kriteria ini di abaikan maka akan terkesan kurang etis bagi supir terhadap seorang majikannya.

Kriteria kedua ialah memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap profesinya.Hal ini dimaksudkan agar seorang supir memiliki integritas dan tanggung jawab yang tinggi terhadap profesinya,dalam prakteknya semisal tepat waktu dalam melakukan antar jemput sang majikan,hal ini sangat penting mengingat waktu itu sangat berharga,kebanyakan supir sudah melakukannya,namun sebagian yang lain sering telat dalam pelaksanaanya.Resikonya adalah kemungkinan besar sang majikan akan kesal dan mungkin saja jika hal ini sering terjadi,sang majikan tak segan-segan akan memecatnya.

Kriteria ketiga ialah memiliki skill (kemampuan) mengemudi yang baik.Hal ini sangat urgen bagi seorang supir pribadi,karena merupaka kunci utama baginya.Seorang supir jika tak memiliki criteria ini,maka bukan dinamakan seorang supir.Menguasai kendaraan dengan tidak baik akan menyebabkan hal-hal yang bersifat fatal,seperti kecelakaan,karena supir kurang sigap dan ahli dalam berkendara.Tentunya hal ini tak hanya merugikan dirinya tetapi juga sang majikan.

Kriteria keempat ialah mematuhi segala rambu–rambu dan peraturan lalu lintas yang berlaku.Berkaitan dengan poin sebelumnya,hal ini juga sangatlah penting dimiliki agar berkendara menjadi lebihaman dan nyaman.Karena peraturan dibuat untuk tujuan seperti itu.

Kriteria yang terakhir yakni Memiliki loyalitas tinggi dalam mengabdi sebagai supir.Hal ini sangatlah jarang dimiliki oleh seorang supirpribadi.Zaman sekarang loyalitas sudah bukan lagi prioritas,sebab banyak sekali godaan di luar sana yang menginginkan untuk menggantipekerjaan.Namun jika seorang supir pribadi bias melakukannya,maka kemungkinan besar dia akan di berkan upah lebih besar dikarenakan kesetiannya dalam mengabdi untuk sang majikan.

Jadi menurut saya,kesimpulan dari tulisan yang saya buat ini adalah bahwasannya seorang supir pribadi sudah seharusnya memiliki adab atau etika yang mesti dipatuhi demi kelancaran dan kenyamanan berkendara,sebab supir pribadi itu berbeda dengan supir lain pada umumnya.Dimana ia hanya bekerja dan bertanggung jawab pada sang majikan saja dan mengabdi untuk kepentingannya.Dengan memiliki kriteria seperti yang dijabarkan diatas,seorang supir diharapkan bias menjadi seorang yang professional di karirnya.

PENGEMUDI BUKAN SEKEDAR SUPIR…

Ketika marak terjadi kecelakaan lalu-lintas jalan yang melibatkan angkutan umum bus, jamak muncul berbagai tanggapan yang menuding manajemen bus kurang memperhatikan kesejahteraan awak bus. Model manajemen operasional yang mengandalkan sistem setoran menyebabkan awak bus menjalankan busnya ugal-ugalan di jalan. Faktor keselamatan tidak lagi “sempat dipikirkan” karena begitu duduk di belakang stir yang ada di kepala si supir adalah bagaimana cari penumpang sebanyak banyaknya untuk kejar setoran.

Tudingan lain yang sering muncul biasanya juga masih menyangkut manajemen perusahaan, yaitu pengelolaan armada yang tidak memadai yang diduga menyebabkan banyak armada bus tidak laik. Dengan alasan penghematan mungkin banyak perusahaan bus melaksanakan perawatan armadanya asal-asalan. Padahal di sisi lain Pemerintah dalam kerangka pembinaan telah menerbitkan standar minimun tentang bagaimana operasional pengelolaan armada angkutan umum bus.

Tudingan-tudingan itu mungkin saja ada benarnya, namun tidaklah sepenuhnya benar. Terbukti ada juga perusahaan bus AKAP yang telah menjalankan roda perusahaannya dengan manajemen yang relatif baik, namun masih saja dirundung malang dengan mengalami kejadian kecelakaan beruntun. Sistem operasional sudah tak lagi menggunakan setoran, awak bus sudah diperhatikan kesejahteraannya, perawatan bus sudah dikelola dengan manajemen yang baik, bahkan teknologi IT sudah dilibatkan untuk mengontrol operasional…..eh masih saja terjadi musibah kecelakaan bahkan beruntun…..

Tim redaksi http://www.dephub.go.id beberapa waktu lalu melakukan perjalanan jurnalistik ke beberapa perusahaan bus AKAP di Jawa Tengah. Selain melihat langsung bagaimana praktek pengelolaan perusahaan bus mereka, tim redaksi juga berkesempatan langsung melakukan wawancara dengan pimpinan dan pemilik perusahaan tersebut. Dari pengamatan dan wawancara yang dilakukan ternyata semua pengelola perusahaan bus tersebut menganggap faktor yang paling krusial adalah perekrutan awak bus terutama supir.

Handoyo pimpinan Perusahaan Otobus (PO) Nusantara di Kudus Jawa Tengah misalnya secara tegas

menyatakan keyakinannya bahwa soal manajemen di kalangan PO besar hampir sama. Sistem setoran sudah tidak digunakan lagi, semua manajemen pasti mengutamakan kesejahteraan awak bus. “Mana mungkin pengusaha tidak memikirkan kesejahteraan supir, kan supir ini kalau bertugas membawa asset perusahaan yang tidak murah, satu bus bisa berharga lebih dari satu milyar, kalau supir tidak sejahtera kemudian bekerja tidak tenang dan mengalami kecelakaan, pengusaha sendiri yang akan rugi,” tegas Handoyo. Menurut Handoyo pertanyaannya kemudian jika kesejahteraan sudah diperhatikan apakah kemudian si supir akan otomatis bekerja dengan baik?  “Kalau dari sananya supir itu sudah tidak memiliki mentalitas yang baik, walaupun sudah disejahterakan tetap akan susah menngontrolnya,” kata Handoyo.

Menurut Handoyo yang harus dilakukan adalah merekrut supir yang memiliki tidak hanya kemampuan teknis mengendarai dan pengetahuan berlalu-lintas tetapi juga kepribadian dan attitude yang baik. Jika ini sudah terpenuhi maka pendekatan kesejahteraan untuk awak dalam manajemen pengelolaan bus baru akan berdampak positif. Supir tidak mudah emosi dan ugal-ugalan di jalan hanya karena masalah-masalah kecil saja sehingga mengurangi resiko kecelakaan di jalan. “Jadi yang penting bibitnya dulu baru kemudian bagaimana menanam dan mengelolanya,” kata Handoyo yang merupakan generasi kedua dari perusahaan PO Nusantara ini.

Yustinus Suroso Presiden Direktur PT Rosalia Indah, sebuah perusahaan bus yang cukup besar berlokasi di Solo Jawa Tengah berpendapat sama. Menurutnya pengemudi merupakan ujung tombak dari perusahaan angkutan umum. Oleh karenanya apabila perusahaan angkutan umum ingin usahanya tumbuh dan berkembang dengan baik, maka memilih pengemudi yang baik menjadi kunci penting. Bagaimana kriteria pengemudi yang baik? Pengemudi yang ideal adalah yang sehat jasmani dan rohaninya, memiliki kecakapan dalam mengemudikan kendaraannya, mengemudikan kendaraannya dengan tenang, memahami rambu-rambu lalu lintas, dan tentu saja berkepribadian baik sehingga bisa melayani dan menghargai penumpangnya.

Masalahnya walaupun sama-sama bertanggung jawab membawa penumpang yang cukup banyak, supir saat ini bukanlah profesi seperti pilot pesawat yang benar-benar dipersiapkan dan dididik dengan pola kurikulum yang jelas sebelum mereka menjalankan profesinya. Nyatanya yang terjadi saat ini relatif mudah bagi seseorang untuk menjalani profesi sebagai supir bus angkutan umum. Cukup bisa nyetir kendaraan dan punya sim B1/B2 umum. Akibatnya para pengusaha bus harus benar-benar memutar otak sendiri agar mampu mendapatkan supir yang berkualitas. “Jadi kami menganggap pola rekruitmen supir ini menjadi hal yang paling penting untuk selanjutnya,” kata Suroso.

Pimpinan Terjun Langsung

Berbagai cara dan strategi dilakukan oleh manajemen perusahaan otobus (PO) untuk mendapatkan pengemudi yang ideal tadi. Beda manajemen beda pula gaya dan caranya untuk mendapatkan pengemudi. Namun walaupun di sana sini ada perbedaan, ternyata ada pula kesamaannya, yaitu kecenderungan pimpinan/pemilik perusahaan terlibat langsung dan bahkan memutuskan seorang pelamar diterima atau tidak.

PO Rosalia Indah misalnya, dalam memilih Supir telah memiliki serangkaian prosedur. Begitu ada lamaran untuk menjadi pengemudi masuk, maka staf Rosalia akan melakukan seleksi administrasi seperti kelengkapan kartu tanda penduduk dan kartu keluarga dan surat izin mengemudi.

Selanjutnya memeriksa berkas pengalaman kerja calon pengemudi. Berkas pengalaman kerja itu kemudian di konfirmasi ke perusahaan-perusahaan dimana sebelumnya calon pengemudi ini bekerja. Pengecekan dilakukan untuk mengetahui alasan mengapa pengemudi itu keluar dari perusahaan tersebut. Jika persoalannya hanya masalah kesejahteraan, masih dimaklumi karena mungkin di perusahaan sebelumnya bekerja kesejahteraannya kurang memuaskan.

Namun apabila kepindahannya terkait dengan masalah kriminal, seperti pencurian uang setoran, suku cadang atau kriminal lainnya, perusahaan bus yang berlokasi di Jl Solo-Sragen, Karanganyar Solo akan langsung menolak lamaran tersebut.

Jika secara administrasi calon pengemudi memenuhi seluruh persyaratan, maka calon pengemudi akan melakukan tes wawancarai. Bukan personalia atau lembaga psikologi yang melakukan wawancara, tapi langsung oleh Presiden Direktur PT Rosalia Indah, Yustinus Suroso.

Bertemu secara langsung dengan direktur utama apalagi diterima di ruangan kerja direktur utama, menjadikan calon Supir itu merasa di hargai bahkan di hormati. Ada perasaan segan sekaligus bangga. Dan jika ia kelak diterima, biasana calon pengemudi ini akan mengabdi dengan sungguh-sungguh, karena sejak awal sudah dihargai begitu tinggi oleh pimpinannya.

Suroso yang telah makan asam garam dalam dunia transportasi tidak membutuhkan waktu yang lama untuk memutuskan apakah menerima atau menolak orang tersebut bergabung dalam jajaran pengemudi PO Rosalia Indah. ‘’Sekilas saja saya bisa mengetahui apakah orang itu pantas untuk menjadi Supir PO Rosalia Indah apa tidak,’’ katanya.

Boleh saja orang itu memiliki pengetahuan berlalu lintas seperti memahami semua rambu-rambu alu lintas di jalan, atau mempunyai kecakapan dalam mengemudikan bus. Tapi jika kepribadian buruk, hal ini akan berpengaruh pada saat di orang tersebut pengemudikan kendarannya. ‘’Masak saya harus mempertaruhkan bus seharga Rp 1,4 miliar pada orang yang ugal-ugalan,’’ kata Suroso.

Suroso lebih suka memiliki Supir yang berkepribadian baik meski belum memiliki kehandalan dalam mengemudikan kendaraan. Karenanya ia lebih suka merekrut Supir yang masih muda karena masih bisa dididik menjadi Supir yang berkepribadian baik dan handal. ‘’Harus di ingat, Supir itu bukan pilot yang di didik melalui pendidikan khusus secara berjenjang. Jadi kita sendiri yang harus mendidik Supir yang berkepribadian baik dan handal di jalan raya,’’ jelas Suroso.

Cara PO Nusantara melakukan rekrutmen Supir agak berbeda dengan yang dilakukan oleh PO Rosalia. Perusahaan bus yang bermarkas di Kudus Jawa Tengah ini lebih menggunakan jaringan orang-orang yang selama ini menjadi kepercayaannya. Karyawan PO Nusantara lebih dari 1000 orang. Sejalan dengan penambahan armada, biasanya membutuhkan pengemudi-pengemudi baru. Handoyo, pemilik PO Nusantara lebih senang bila calon-calon pengemudinya di rekomendasi oleh karyawannya sendiri. Pihak yang merekomendasikan itu yang menjadi penjamin jika calon pengemudinya yang di sodorkan ternyata kelak bermasalah. ‘’Lamaran yang disodorkan hanya saya baca sebentar. Jika saya tidak mantap, tidak saya panggil,” imbuh Handoyo. Kalaupun dipanggil si calon supir harus menjalani wawancara langsung dengan Handoyo, dengan semua pengalamannya yang pernah dia miliki dalam membesarkan perusahaannya, Handoyo memiliki keyakinan dan intuisi tersendiri untuk menentukan apakah si pelamar dapat diterima atau tidak. Nah di titik ini tidak ada perbedaan antara PO Rosalia dan PO Nusantara, pimpinan perusahaan sendiri yang memutuskan seorang supir diterima atau tidak.

Hal yang berbeda lagi di PO Nusantara ini adalah perekrutan calon kondektur. Menurut Handoyo perekrutan kondektur di perusahaan dia tidak kalah ketat dibandingkan supir. Penyebabnya kondektur di PO ini bukan hanya bertugas menemani Supir di dalam perjalanan, melainkan harus paham mesin dan mampu merangkap menjadi mekanik. Tidak heran jika sekitar 90 persen kondektur di PO Nusantara ini memiliki pengetahuan dan keahlian teknis yang memadai baik mesin ataupun elektrikal.

Pendekatan personal langsung oleh pemilik dalam merekrut supir juga dilakukan di perusahaan bus yang lebih kecil. Edy Poerwanto pemilik PO Purba Putra yang berlokasi di Tirtomoyo Wonogiri, sebenarnya tidak pernah khawatir kekutangan tenaga supir. Menurut Edi yang mantan pengusaha tambang ini, secara tradisi Wonogiri merupakan basis pengusaha bus, otomatis banyak masyarakat yang berprofesi sebagai supir. Apalagi kecenderungan yang terjadi usaha jasa angkutan bus di Wonogiri cenderung menurun dibanding masa-masa sebelum krismon, sehingga banyak tenaga supir menganggur.

‘’Di lingkungan saya tinggal, banyak orang yang bisa mengemudi namun tidak bekerja. Untuk pola rekrutmen, meskipun tidak terlalu banyak persyaratannya saya selalu mengutamakan yang cakap dalam bekerja dan mau bekerja keras untuk kesejahteraan bersama,’’ kata Edy yang juga Ketua Organda Wonogiri. Namun Edy juga tidak memungkiri bahwa dirinya perlu terlibat langsung dalam memilih supir agar mendapatkan yang terbaik untuk perusahaan miliknya yang saat ini memliki kekuatan armada sekitar 30-an bus.

Kondisi yang paling berbeda mungkin ada pada manajemen PO Coyo, salah satu perusahaan angkutan bus

yang tertua di Indonesia. Saat ini PO Coyo yang berpusat di Pekalongan dan Semarang ini dinahkodai oleh Untung yang merupakan generasi ketiga dari perusahaan keluarga tersebut. Sebagai pimpinan perusahaan Untung tidak terlibat banyak dalam proses rekruitmen supir di perusahaannya walaupun dia ikut memutuskan diterima atau tidak diterima seorang pelamar.

Bisa jadi hal ini disebabkan karena Untung yang sebelumnya pernah hidup di Kanada dan berprofesi sebagai pilot ini sebenarnya tidak memiliki pengalaman mengelola perusahaan angkutan bus. Ketika kakeknya merintis perusahaan bus Coyo dan kemudian diteruskan oleh ayahnya, dia tidak pernah terlibat mendalam ikut membesarkan perusahaan keluarga ini. Hanya saja ketika hampir tidak ada yang mau bersedia mewarisi, akhirnya Untung memutuskan pulang dari Kanada untuk melanjutkan mengelola perusahaan ini.

Menurut Untung PO Coyo sebenarnya sejak lama telah punya pola tersendiri dalam rekruitmen supir. Informasi mengenai lowongan biasanya cukup ditempel di tempat tertentu atau dari mulut ke mulut. Setelah itu pelamar yang dijaring harus menjalani serangkaian tes baik teori maupun praktek. Teori biasanya menyangkut pemahaman mengenai aturan berlalu lintas dan praktek berupa uji penguasaan mesin dan tes langsung dengan mengemudikan kendaraan, baik di lapangan maupun di jalan raya.

Jika tahapan tes ini lulus, selanjutnya akan menjalani masa percobaan dengan diikutkan kegiatan operasional. Biasanya akan diminta untuk mendampingi pengemudi dan sesekali menggantikan posisi seniornya untuk pengenalan medan antara satu hingga dua minggu. Posisinya sebagai pengemudi cadangan sebelum menjadi pengemudi penuh. Untuk penanganan semua proses rekuitmen ini Untung lebih banyak menyerahkan kepada para anak buahnya sesuai dengan bidangnya. Atas dasar masukan anak buahnya yang melakukan proses seleksi dia akan memutuskan apakah seorang dapat diterima atau tidak.

Calon pengemudi yang diutamakan umumnya adalah yang sudah berusia diatas 40 tahun. Ini tentunya berbeda dengan PO Rosalia yang lebih mengutamakan yang muda-muda. Namun demikian ada alasan mengapa harus sudah berusia 40 tahun ke atas. ‘’Kalau sudah diatas 40 tahun, biasanya pengalaman di jalannya sudah cukup, sehingga dalam mengemudikan juga lebih tenang dan berhati-hati. Kalau yang muda biasanya sering ugal-ugalan dan emosinya masih tinggi,’’ kata Untung, Direktur PO Coyo memberikan alasan

SDM Langka..

Menyimak bagaimana para perusahaan bus tersebut merekrut supir, memang tidak terbantahkan  supir bus ternyata merupakan salah satu SDM transportasi yang demikian penting. Supir yang berkualitas besar pengaruhnya terhadap berbagai kepentingan. Bagi pengusaha supir yang berkualitas sangat menentukan keberlangsungan perusahaan, bagi masyarakat konsumen supir yang berkualitas dibutuhkan untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan perjalanan mereka, bagi Pemerintah keberadaan supir yang berkualitas tentu ikut membantu program pemerintah tentang peningkatan keselamatan jalan.

Tanpa harus berdebat soal data statistik hampir dapat dipastikan supir yang berkualitas bagus terbatas jumlahnya. Handoyo pemilik PO Nusantara bahkan mengakui sebenarnya pihaknya selalu kekurangan supir apabila dibandingkan dengan perkembangan jumlah armada yang dimilikinya. Namun Handoyo menegaskan bahwa dia tidak pernah memaksakan diri untuk menerima supir sesuai jumlah yang dibutuhkan, karena pada kenyataannya yang memenuhi syarat menurut penilaian dia sangat terbatas. “Yang melamar dan ingin jadi supir banyak, tapi yang bagus sedikit…biarlah saya lebih baik kurang supir daripada menerima supir yang tidak berkualitas,”tutur Handoyo.

Kelangkaan ini menjadi wajar apabila melihat kenyataan hingga saat ini belum ada mekanisme ataupun kelembagaan yang sengaja dibangun untuk menghasilkan supir-supir angkutan yang berkualitas dan profesional. Sebaliknya profesi supir angkutan umum di Indonesia sudah terlanjur identik dengan anggapan profesi “sejuta umat’ yang siapapun dapat melakukannya, apalagi jika dikaitkan dengan susahnya mencari kerjaan. Padahal pada kenyataannya tanggung jawab yang diemban seorang supir bus tidak kalah berat dengan profesi “pengemudi” di moda lainnya seperti masinis kereta api, nahkoda kapal ataupun pilot. Minimal dalam satu kali angkut normal supir menanggung keselamatan 40 s/d 50 nyawa penumpang di dalam busnya. Belum lagi keselamatan para pemakai jalan raya lainnya sepanjang rute bus yang dia jalani.

UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan sebetulnya sudah mengamanatkan perlunya pendidikan dan pelatihan bagi seseorang yang ingin menjadi supir angkutan umum. Siapapun yang mengajukan permohonan SIM untuk angkutan umum dipersyaratkan memiliki sertifikasi kompetensi dari lembaga pendidikan dan pelatihan yang diakui pemerintah. Hingga kini hal itu belum dapat terwujud…..tanpa harus menyalahkan siapapun seharusnya ini menjadi perhatian yang serius. Semua pemangku kepentingan perlu duduk bersama dan segera mewujudkan amanat undang-undang ini.

Di dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan, supir angkutan umum disebut sebagai pengemudi kendaraan bermotor umum……………., penyebutan pengemudi memang sebenarnya memiliki makna yang lebih dalam dari sekedar supir…. Pengemudi adalah orang yang menjalankan kemudi, menentukan arah dan membawa moda menuju tujuan yang telah ditentukan….. Semua kepentingan ada di situ…keselamatan penumpang, keberlangsungan perusahaan angkutan, keselamatan pengguna jalan lain…dan bahkan kepentingan yang lebih luas seperti pergerakan ekonomi….,

jasa supir depok – jasa supir jakarta – jasa supir jakarta selatan jasa supir jakarta timur, jasa supir jakarta pusat jasa supir jakarta barat – jasa supir panggilan – jasa supir harian – jasa supir bulanan – jasa supir pribadi 

Iklan